Jurus Anti Lupa ala Dito

Jurus Anti Lupa ala Dito

Cerita Pendek Oleh ika 1 jam yang lalu

Sinopsis

Di sebuah kampung kecil di pinggir sawah, tinggal seorang anak bernama Dito.


Semua orang sayang Dito, karena Dito rajin dan baik hati. Tapi Dito punya satu masalah... dia PELUPA!


Pagi ini saja...


Ibu bilang, "Dito, tolong belikan telur 3 butir ya di warung Bu Sri."


Dito mengangguk semangat. Dia lari ke warung. Sampai di warung, dia bengong.



"Hmm... Ibu suruh beli apa ya? Oh iya! Gula!"


Sampai rumah, Ibu buka plastik. Isinya gula.


Ibu tertawa, "Ini mah Dito beli gula, bukan telur, Nak!"


Dito garuk-garuk kepala. "Hehehe... maaf Bu, Dito lupa lagi."


Siang harinya, Dito mau berangkat mengaji. Dia pakai sandal, bawa buku. Di tengah jalan, teman-temannya teriak,


"Dito! Sandalmu beda!"


Dito lihat ke bawah. Astaga! Kaki kiri sandal jepit biru, kaki kanan sandal jepit merah punya Ayah! Dia lupa pakai sandal yang benar.



Sore harinya, Ayah berpesan, "Dito, nanti kunci kandang ayam ya. Jangan sampai lupa, biar kandang ayam aman."


Dito jawab, "Siap, Yah! Pasti Dito kunci!"


Malam datang. Dito sudah tertidur pulas. Tiba-tiba...


"Petok petok petok!"


Ayah dan Ibu terbangun. Ayam-ayam ribut! Ternyata Dito lupa kunci kandang lagi! Ayamnya mau kabur semua.


Ibu dan Ayah harus kejar-kejaran ayam di tengah malam. Dito yang terbangun jadi malu sekali.



"Maaf Yah, Bu... Dito benar-benar pelupa."


Ayah tidak marah. Ayah duduk di samping Dito dan bilang,


"Nak, kepala pelupa itu bukan berarti kepala bodoh. Otak kita seperti ember. Kalau diisi terlalu banyak tanpa dicatat, dia akan tumpah. Mulai besok, kita pakai 3 jurus anti-lupa, mau?"



Dito mengangguk.


Jurus 1: Jurus Catat.

Ayah memberikan Dito buku saku kecil dan pensil. "Kalau disuruh Ibu, langsung tulis. Jangan ditunda."


Jurus 2: Jurus Ulang.

"Kalau Ibu bilang 'beli telur 3', kamu ulang dengan suara: 'Telur 3, telur 3, telur 3' sampai di warung."


Jurus 3: Jurus Cek.

"Sebelum pergi, cek 3 hal: Apa yang kubawa? Apa yang kupakai? Apa yang harus kukunci?"


Keesokan harinya, Dito mencoba.


Ibu: "Dito, beli telur 3 ya."


Dito langsung tulis di buku sakunya: _TELUR 3_. Sambil jalan dia komat-kamit, "Telur 3, telur 3..." Sampai di rumah, telurnya benar!


Mau mengaji, dia cek sandalnya: "Kanan biru, kiri biru, oke sama!"


Mau tidur, dia cek kandang: "Sudah dikunci! Aman!"


Ibu dan Ayah bangga sekali.


Sejak itu Dito masih kadang lupa, tapi tidak sesering dulu. Dia belajar bahwa menjadi pelupa tidak apa-apa, asal kita mau berusaha memperbaiki.


Dan Dito tidak lagi dipanggil "Dito Si Pelupa", tapi dipanggil "Dito Si Buku Saku" karena ke mana-mana selalu bawa buku kecilnya.


Tag

#komedi #keluarga #kebiasaan

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar untuk cerita ini.