Kenapa 2 Mei Jadi Hari Pendidikan Nasional
Sinopsis
1. Lahirnya Pahlawan Sekolah
Tanggal 2 Mei 1889, lahir seorang anak di Yogyakarta. Namanya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Beliau dari keluarga bangsawan, tapi hatinya untuk rakyat biasa. Setelah dewasa, namanya ganti jadi Ki Hajar Dewantara— artinya "guru yang mengajarkan kebaikan".
Zaman itu Indonesia masih dijajah Belanda. Sekolah cuma boleh buat anak Belanda dan anak orang kaya. Anak petani, anak nelayan, anak tukang? Disuruh kerja aja. Nggak adil, kan?

2. Misi Nekat: Bikin Sekolah Sendiri
Ki Hajar tidak terima. Dia protes keras sampai dibuang ke Belanda sama pemerintah penjajah. Tapi di pengasingan, dia malah belajar ilmu pendidikan.
Kembali ke Indonesia tahun 1919, dia langsung bikin gebrakan. Tanggal 3 Juli 1922, dia dirikan sekolah Taman Siswa di Yogyakarta. Muridnya? Anak tukang becak, anak petani, anak siapa aja boleh masuk. Bayarnya? Pakai beras, pakai sayur, bahkan gratis kalau nggak mampu.

Sekolahnya unik. Nggak ada hukuman fisik. Nggak ada anak yang ditakuti guru. Semboyan sekolahnya 3 kalimat sakti:
- Ing Ngarso Sung Tulodo = Kalau di depan, kasih contoh yang baik
- Ing Madya Mangun Karsa = Kalau di tengah teman, bikin semangat
- Tut Wuri Handayani= Kalau di belakang, dorong biar maju
Itu sebabnya lambang Kemendikbud pakai semboyan "Tut Wuri Handayani".
3. Kenapa Harus 2 Mei?
Karena Ki Hajar Dewantara lahir 2 Mei. Pemerintah pilih tanggal itu biar kita semua ingat: dulu sekolah itu barang mewah. Sekarang semua anak Indonesia bisa sekolah karena ada orang seorang pahlawan yang peduli dengan pendidikan masyarakat secara merata.
Ki Hajar wafat 26 April 1959. Lalu Presiden Soekarno tetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional lewat Keppres No. 316 Tahun 1959.
Tag
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.
Belum ada komentar untuk cerita ini.