Ki Agung dan Bukit Abadi

Ki Agung dan Bukit Abadi

Cerita Rakyat dan lagenda Oleh ika 2 minggu yang lalu

Sinopsis

Di dekat desa yang damai, ada sebuah bukit yang indah bernama Bukit Abadi Di bukit itu tumbuh banyak pohon besar. Dari bawah akar-akarnya, Allah alirkan mata air yang jernih. Air itu mengalir jadi sungai kecil yang dipakai warga desa untuk wudhu, minum, mandi, dan menyiram kebun.


Di kaki bukit, tinggallah seorang kakek yang saleh bernama Ki Agung. Rambut Kakek sudah putih semua. Setiap hari Ki Agung naik ke bukit untuk merawat dan menjaga pohon, membersihkan mata air, dan berzikir mengingat Allah.



Ki Agung selalu bilang ke anak-anak desa:

"Anak-anak, bukit ini bukan punya Kakek. Ini semua ciptaan Allah. Allah titipkan ke kita. Tugas kita adalah menjaganya. Itulah namanya amanah.”


Ki Agung mengajarkan tiga pesan dari Al-Qur’an:

1. *Jangan merusak bumi* – _“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi.”_ QS. Al-A’raf: 56

2. *Ambil secukupnya* – _“Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan.”_ QS. Al-A’raf: 31

3. *Bersyukur* – Kalau dapat air, dapat buah, ucapkan _Alhamdulillah_.


Setiap hari Jumat, selepas shalat Jumat di surau, Ki Agung dan anak-anak desa naik ke bukit. Mereka memungut sampah, menyiram bibit pohon, lalu duduk di bawah pohon beringin besar untuk mengaji bersama. Setelah itu mereka berdoa: “Ya Allah, jagalah air kami, suburkanlah tanah kami, jadikan kami hamba yang pandai bersyukur.”


Suatu hari, datanglah beberapa orang dari kota. Mereka mau menebang pohon di Bukit Abadi untuk dijual. Mereka tawarkan banyak uang ke warga. Sebagian warga jadi lupa pesan Ki Agung. Pohon-pohon pun ditebang. Bukit jadi gundul dan panas.


Qadarullah, seminggu setelah itu hujan tidak turun. Mata air di bukit mengecil, lalu kering. Sungai jadi lumpur. Sawah retak. Warga baru sadar, ternyata uang tidak bisa diminum. Tidak bisa juga untuk wudu.



Kepala Desa lalu mengajak semua warga ke rumah Ki Agung. Mereka minta maaf dan berjanji akan tobat. Bersama-sama mereka naik ke bukit. Mereka menanam kembali bibit pohon, buat lubang resapan air, dan setiap hari membaca istighfar.



Sebulan kemudian, Allah turunkan hujan yang lembut. Masya Allah, dari tanah yang dulu kering, keluar lagi mata air yang jernih. Pohon-pohon kecil mulai tumbuh daun.


“Lihatlah anak-anakku,” kata Ki Agung, “Kalau kita jaga amanah Allah, Allah jaga kita. Bukit ini tidak bisa memberi apa-apa. Yang memberi rezeki hanya Allah. Tugas kita cuma merawat dan bersyukur.” 8Alam adalah titipan Allah. Merusak alam berarti kita tidak amanah.

Tag

#dongeng #cerita rakyat #legenda #kebijaksanaan

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar untuk cerita ini.