Lagu Sendu Kodi

Lagu Sendu Kodi

Fabel Oleh ika 3 jam yang lalu

Sinopsis

Di sebuah danau kecil yang jernih, hiduplah Kodok Kodi. Kodi terkenal di seluruh danau karena suaranya yang merdu.



Setiap kali hujan turun, tik..tik..tik..

Kodi naik ke atas daun teratai paling besar.


“Krok... krok... krok-krok!”

Lagu riangnya membuat semua penghuni danau bergembira. Ikan-ikan menari-nari, capung berputar-putar, dan katak-katak lain ikut bernyanyi bersama.


Tapi tahun itu berbeda.


Musim kemarau datang lebih lama.


Matahari bersinar sangat terik, setiap hari. Perlahan-lahan, air danau mulai surut. Daun teratai mengering dan menggulung.


“Kodi, airnya sudah mulai surut” kata Ikan Nila kecil dengan sedih.



Banyak ikan tidak bisa bertahan. Danau yang dulu biru dan ramai, kini menjadi sepi dan berlumpur.


Kodi tidak lagi bernyanyi riang. Setiap sore, dia duduk di atas batu yang dulu terendam air, dan menyanyikan lagu sendu.


“Krok... krook... hujaaan... dimanakah kau?”


Lagunya pelan, sedih, seperti doa.


Dalam lamunannya, Kodi selalu berdoa.

“ Allahumma Aghitsna....Ya Tuhan, turunkanlah hujan. Bukan untukku saja, tapi untuk teman-temanku ikan, untuk teratai, untuk semua yang hidup di sini. Aku ingin bernyanyi lagi untuk mereka.”


Dia berdoa setiap hari. Tidak pernah berhenti berharap.



Suatu malam, saat Kodi hampir tertidur sambil bersenandung sedih, terdengar suara jauh...


Duk!


Setetes air jatuh di hidungnya.


Duk duk! Tik tik tik tik!


Hujan! Hujan akhirnya turun!


Hujan turun deras semalaman. Pagi harinya, danau mulai terisi kembali. Air yang jernih kembali datang. Teratai membuka daunnya lagi.


Ikan-ikan yang berhasil bertahan dengan susah payah muncul ke permukaan, melompat-lompat gembira.



Kodi naik ke daun teratainya yang baru mekar. Dia menarik napas dalam-dalam, dan bernyanyi lagi.


Kali ini, lagunya paling riang yang pernah dia nyanyikan!


“KROK! KROK! KROK-KROK! Terima kasih atas hujan yang engkau turunkan ya Tuhan!”


Dan semua penghuni danau bernyanyi dan menari bersama Kodi, merayakan kembalinya kehidupan.


Tag

#dongeng #fabel #fantasi #cuaca

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar untuk cerita ini.