Lala dan Istana Permen Ajaib

Lala dan Istana Permen Ajaib

Dongeng Anak Oleh ika 8 jam yang lalu

Sinopsis

Di sebuah kota kecil, hiduplah anak perempuan bernama Lala. Lala itu lucu, rajin, tapi punya satu kebiasaan yang susah hilang: dia sangat suka makanan manis.


Permen, coklat, kue, es krim... semua habis kalau ada di depan Lala.

"Ibu, satu lagi ya! Cuma satu!" katanya setiap hari, padahal sudah makan lima.



Malam itu, setelah makan kue coklat tiga potong sebelum tidur, Lala cepat mengantuk.

Matanya terpejam... dan _wusss_... dia masuk ke dunia mimpi.


Saat membuka mata, Lala berdiri di depan gerbang besar berwarna pink.

Di atasnya tertulis: ISTANA PERMEN AJAIB


"Wow!" mata Lala berbinar.

Jalanannya dari biskuit, rumahnya dari kue lapis, sungainya mengalir coklat cair, dan awannya seperti kapas gula.

Makhluk-makhluk kecil berbentuk marshmallow dan permen loli melambai padanya.

"Selamat datang, Lala! Makanlah sepuasnya! Semua gratis!" teriak mereka.


Lala kegirangan. Dia makan permen pelangi, menggigit rumah coklat, bahkan berenang di danau coklat panas.

Enak banget! Tapi lama-lama perutnya sakit. Giginya ngilu. Badannya lemas.



Tiba-tiba, musik berhenti. Langit jadi gelap.

Permen-permen yang tadi ramah mulai berubah. Senyum mereka jadi tajam.

"Waktunya pesta!" kata Raja Permen Licin dengan suara lengket.

"Pesta apa?" tanya Lala takut.

"Pesta MAKAN LALA! Orang yang makan terlalu banyak manis, harus jadi teman kami... selamanya!" jawabnya sambil menjulurkan tangan lengket.



Lala panik dan berlari. Tapi kakinya lengket kena gula.

Dia bersembunyi di balik semak wortel yang tumbuh aneh di pojok istana.

"Wortel? Di sini?" bisik Lala.


Tiba-tiba wortel itu bergerak!

"Aku Wortel Wijak. Aku benci gula berlebihan! Aku bisa bantu kamu kabur, tapi kamu harus janji: mulai sekarang jangan makan manis berlebihan lagi," kata wortel itu dengan suara tegas tapi baik.


Lala mengangguk cepat. "Janji! Aku janji!"



Wortel Wijak menggulung Lala dengan daunnya, lalu melontarkannya melewati tembok istana.

Makhluk-makhluk permen mengejar sambil berteriak, tapi dug! Lala jatuh... dan terbangun di kasurnya.


Keringat dingin membasahi dahinya. Di meja, masih ada sisa kue coklat.

Lala memandang kue itu, lalu menggeleng.

"Nggak ah. Manis itu enak, tapi kalau kebanyakan... malah bahaya."


Keesokan harinya, Lala cuma makan satu kue kecil setelah makan sayur.

Dia juga mulai suka makan wortel buat camilan.



Sejak itu, Lala tetap suka manis, tapi nggak berlebihan lagi.

Dan anehnya... gigi dan perutnya jadi jauh lebih enak.

Tag

#dongeng #fantasi #petualangan #kebiasaan #makanan #Kesehatan

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar untuk cerita ini.