Petualangan Peri Lulu, Bertemu Sang Ular
Sinopsis
Peri Lulu melanjutkan petualangannya untuk mencari penyihir yang memiliki serbuk ajaib untuk mendatangkan hujan di negerinya yang sedang dilanda kekeringan, ditemani kiko merekapun terus menelusuri hutan dan sungai.
"Peri Lulu, yang aku dengar penyihir itu, berada di balik bukit yang ditandai dengan air terjun kembar tiga dan aku rasa kita sudah dekat," kata Kiko, mengangkat kepala dan menatap ke arah bukit yang tinggi di depan mereka. "Penyihir itu pasti berada di balik bukit itu."Peri Lulu mengikuti pandangan Kiko dan melihat ke arah bukit yang ditutupi hutan lebat dan air terjun kembar tiga. Dia tidak bisa menahan kegembiraannya, matanya berbinar-binar ketika melihat keindahan air terjun itu."Wah, Kiko! Aku lihat air terjun kembar tiga itu! Aku yakin penyihir itu pasti ada di sana!" seru Peri Lulu, dengan gembira.
Mereka pun terbang mendekati air terjun, mereka menyadari bahwa tantangan mereka belum selesai. Mereka harus memilih salah satu dari ketiga air terjun itu untuk dapat tembus ke bukit sebelah.

"Peri Lulu, aku rasa kita harus berhati-hati," kata Kiko, memperhatikan sekitar. "Aku tidak tahu apa yang ada di balik air terjun itu.". Peri Lulu mengangguk, dan mereka memutuskan untuk mendekati air terjun pertama. Ketika mereka mendekati air terjun itu, mereka melihat seekor ular besar yang tertidur di atas batu. Tapi, ketika ular itu mendengar suara Kiko yang berteriak karena terkejut, dia terbangun dan menatap mereka dengan mata yang marah. "Apa yang kalian inginkan?" geram ular itu, mengangkat kepalanya dan menunjukkan gigi-giginya yang tajam.

Peri Lulu maju ke depan, dengan senyum yang manis. "Kami tidak ingin mengganggu, kami hanya ingin melewati air terjun ini untuk mencapai bukit sebelah." Ular itu menatap mereka sejenak, lalu menyeringai, "Sayangnya ini bukan air terjun yang dapat kalian lalui, ini adalah rumahku, dan kalian mengacaukan mimpi indah ku". Peri Lulupun menunduk, "Kalau begitu maafkan kami, kami akan menuju ke air terjun berikutnya, aku akan mencoba menidurkan mu dengan laguku". "Baiklah, aku akan membiarkan kalian pergi, tapi kalian harus menyanyikan lagu tidur untukku. Aku ingin tidur kembali." Peri Lulu mengangguk, dan mulai menyanyikan lagu tidur yang merdu. Suara nyanyiannya seperti suling yang menenangkan, dan ular itu mulai menutup matanya, tertidur kembali.

Peri Lulu dan Kiko segera meninggalkan air terjun pertama, menuju air terjun kedua. Mereka berdua tidak bisa menahan senyum, karena mereka telah berhasil melewati tantangan pertama.

Tag
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.
Belum ada komentar untuk cerita ini.