Upacara bendera : antara khidmat, ngantuk, serta drama
Sinopsis
Momen penting pada hari Senin pagi di sekolah, yup sudah pasti Upacara Bendera
Gimana pengalaman SahabatMuKu?
1. Pagi-pagi udah perang sama dasi
Jam 6.50 sudah harus tiba di sekolah. Dasi nggak mau nurut. Ujungnya ada yang kependekan, ada yang malah kayak kalung sapi. Belum lagi topi yang hilang satu, kaos kaki entah kemana, atau sepatu hitam yang masih basah.

2. Baris-berbaris = ujian mental
"Berbanjar ke samping, luruskan!"
Nah ini nih. Yang depan badannya kecil, yang belakang tinggi. Tapi barisan susah banget rapinya. Ada yang jaga jarak ada yang malah rapat banget.
3. Momen inti sudah kayak hafalan luar kepala
Indonesia Raya, Pancasila, mengheningkan cipta, doa sampai pembukaan Undang-undang sudah khatam banget pas upacara, anehnya kalau upacara selesai kadang lupa lagi naskahnya.
4. Petugas upacara deg-degan level dewa
Jadi pengibar bendera tuh ngeri-ngeri sedap. Takut talinya nyangkut. Yang pembaca UUD 1945, tangannya gemeter, suara bergetar, mana kalau langkahnya salah lagi. Paduan suara yang fals, suara nggak nyampe di nada tinggi.

5. Pembina upacara pidatonya terasa panjang
Kalau pas momen pidato, gerahnya udah mencapai puncak, matahari udah di ubun-ubun, keringet udah netes ke nama dada, kaki udah nggak kuat. Tapi pas beliau bilang "Demikian amanat saya, semoga bermanfaat", lega-nya sampai teriak Wassalamnya paling kencang.

6. Bubarnya paling ditunggu
"Bubar, jalan!"
Seketika semua bubar tak beraturan. Upacara 30 menit, capeknya bukan main. Yang pingsan dibawa ke UKS malah jadi artis sehari.

7. Yang telat dapat hukuman
Udah buru-buru tapi tetap aja terlambat, mau tidak mau, dapat tambahan tugas membersihkan sekolah sebelum masuk kelas
SahabatMuKu paling inget momen upacara yang mana?
Tag
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.
Belum ada komentar untuk cerita ini.