Wahhh Virus Campak Mengintai Kita!
Sinopsis
SahabatMuKu! Campak itu apa sih?
Campak itu kayak "flu yang ada bintik-bintik merah". Penyakit yang bikin badan demam, batuk, pilek, mata merah, terus muncul ruam merah di kulit. Penyebabnya virus, namanya virus campak. Gampang banget nular, terutama ke anak-anak.
Gimana Cara Menyebarnya?

Bayangin virus campak itu kayak glitter yang super ringan. Kalau ada teman yang sakit campak, virusnya terbang waktu dia:
1. Batuk atau bersin → virusnya ikut keluar ke udara
2. Ngobrol dekat-dekat→ virusnya bisa kehirup teman lain
3. Pegang atau menyentuh barang→ kalau habis pegang hidung/mulut terus pegang mainan, meja, atau gagang pintu, virusnya nempel di situ
Terus kalau kita hirup udaranya atau pegang barang itu lalu kucek mata/hidung/mulut, virusnya bisa masuk ke badan kita. Ceet banget, cuma butuh waktu sebentar di ruangan yang sama dengan orang yang sakit.
Gimana Cara Antisipasinya Biar Nggak Ketularan?
1. Jurus Tameng Sakti: Imunisasi Campak
Ini yang paling kuat. Suntik vaksin Campak waktu bayi 9 bulan, terus diulang umur 18 bulan dan sampai umur 59 bulan. Kayak dikasih tameng sama dokter biar virus campak mental kalau nyerang.

2. Jurus Ninja Bersih
- Cuci tangan pakai sabun habis main, sebelum makan, habis dari toilet. Nyanyiin lagu "Selamat Ulang Tahun" 2x biar bersih banget.
- Tutup mulut pakai siku kalau batuk/bersin, bukan pakai tangan. Biar virusnya nggak nempel ke tangan terus dibagi-bagi.
- Pakai masker kalau lagi batuk pilek atau kalau ada teman yang sakit.

3. Jurus Jaga Jarak
Kalau ada teman yang badannya panas + ada bintik merah, kita mainnya agak jauhan dulu ya sampai dia sembuh. Jangan pinjam botol minum atau sendok yang sama juga.
Kalau Sudah Terlanjur Sakit Gimana?

Istirahat di rumah, minum air putih yang banyak, makan buah, dan langsung ke dokter atau puskesmas. Biar cepat sembuh dan nggak nularin ke teman-teman lain.
Intinya: *Imunisasi + Cuci Tangan + Nggak Berbagi Kalau Sakit* = Campak kabur!

Tag
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.
Belum ada komentar untuk cerita ini.