Zaki dan topinya

Zaki dan topinya

Cerita Pendek Oleh ika 2 bulan yang lalu

Sinopsis

Zaki berjalan gontai masuk ke sekolah barunya, ia berjalan tunduk memagang erat tas dan topinya. Ia merupakan murid pindahan ke sekolah baru memiliki kebiasaan memakai topi ke mana-mana. Pada hari pertama sekolah, ia menolak melepas topinya, bahkan saat di dalam kelas. Teman-temannya yang penasaran dengan sikapnya itu tidak bisa menahan tawa saat melihatnya. Mereka mengejeknya dengan sebutan "botak". Namun, ada satu anak perempuan yang tidak ikut-ikutan mengejek, dia hanya diam dan memperhatikan anak laki-laki itu dari jauh.




Zaki itu merasa sedih dan terluka dengan ejekan teman-temannya. Ia tidak bisa menahan air matanya dan akhirnya menangis pulang ke rumah tanpa berkata apa-apa. Luna, teman kelas barunya kemudian protes dengan kelakuan teman-teman kelasnya, "kita tidak boleh memperlakukan teman baru seperti itu!" ujarnya dengan tegas.


Sebenarnya, topi itu bukanlah hanya sekedar topi biasa bagi Zaki. Topi itu adalah pemberian dari kakeknya yang sangat disayanginya. Zaki dibesarkan di desa oleh kakeknya, namun ketika kakeknya meninggal, ia akhirnya kembali ke kota ke tempat orang tuanya. ia sangat mengagumi kakeknya, dengan topinya ia merasa kakeknya selalu menjaganya.



Sore harinya, Luna mengunjungi Zaki dan akhirnya mengetahui cerita di balik topi anak laki-laki itu. Ia merasa iba dan ingin membantu anak laki-laki itu merasa lebih diterima di sekolah.


Luna kemudian menjelaskan kepada teman-teman sekelasnya tentang cerita di balik topi Zaki. Ia meminta teman-temannya untuk tidak mengejeknya lagi dan menerima Zaki apa adanya, termasuk topinya.


Teman-teman sekelasnya merasa kasihan dan minta maaf atas perilaku mereka sebelumnya. Mereka berjanji untuk menjadi lebih baik dan menerima Zaki sebagai teman baru mereka. Zaki akhirnya merasa lebih percaya diri dan diterima di sekolah barunya. Ia sangat berterima kasih kepada Luna yang telah membelanya dan membuat teman-temannya memahami arti sebenarnya dari topi yang ia pakai.



Tag

#persahabatan

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar untuk cerita ini.